OASE Edisi Kamis

Mewaspadai Strategi Perang Dari Iblis

BACAAN HARI INI

1 Petrus 5:7-11

RHEMA HARI INI

1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Tahun 1868, beberapa insinyur terbaik dunia dihubungi untuk memberikan pendapat tentang pembangunan rel kereta api melalui pegunungan Andes, Peru. Mereka mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak mungkin dapat dilakukan. Namun, seorang insinyur Polandia bernama Ernest Malinowski meyakinkan perwakilan negara-negara yang berpartisipasi bahwa pekerjaan itu dapat dilakukan. 1 Januari 1870, ia pun mulai memimpin mega proyek pembangunan rel KA tertinggi di dunia. Rel itu dibangun melewati 62 terowongan, dan menyeberangi 30 jembatan. Salah satu terowongannya memiliki panjang 1.200 m dan terletak 4.000 m di atas permukaan laut. Dua kali proyek itu ditangguhkan karena perang, dan sekali Malinowski harus melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Meski banyak rintangan, proyek itu akhirnya selesai pada tahun 1908 dan dianggap sebagai salah satu keajaiban besar dalam rekayasa teknik dunia.

Kegagalan dan kekalahan yang dialami banyak orang sering kali disebabkan karena ketakutan dengan apa yang akan dihadapi. Kita cenderung melihat dan memperhitungkan segala kemungkinan dengan kekuatan kita sendiri. Akhirnya, kita gagal karena tidak melakukan apa-apa; kalah sebelum bertanding; menyerah sebelum berperang. Inilah strategi Iblis.

Dengan demikian, menyadari bahwa Tuhan ada beserta dengan kita adalah cara tepat agar kita berani menghadapi tantangan dan masalah. Percayalah, penyertaan Allah itu sempurna. Dia bukan hanya sekedar hadir, tetapi secara aktif menolong dan berperang ganti kita pada saat-Nya. Bagian kita adalah belajar hidup dekat pada Tuhan dan belajar peka pada suara Tuhan, lewat firman-Nya dan doa-doa kita. Lebih dari itu, Tuhan akan memberi kekuatan dalam hidup kita. Bahkan lewat hidup kita, Tuhan akan berkarya untuk melakukan perkara yang besar. Ya, kehadiran Tuhan membuat kita merdeka dari rasa takut, memampukan kita melewati setiap masalah, mengubahnya menjadi berkat besar, dan membawa kita naik ke level yang lebih tinggi lagi. Amin.

RENUNGAN
STRATEGI PERANG yang paling banyak DIPAKAI IBLIS adalah menebar BENIH KETAKUTAN

APLIKASI
1. Apakah Anda sedang mengalami ketakutan karena menghadapi hal besar saat ini? Hal apakah itu?
2. Menurut Anda, mengapa Anda merasa takut dan apakah peranan iblis di dalamnya?
3. Bagaimana seharusnya Anda menghadapi rasa takut itu?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih karena telah menyadarkan kami bahwa ketakutan dapat menghalangi rencana besar-Mu dalam hidup kami. Bawa kami mendekat pada-Mu, ya Tuhan, dan ajarilah kami caranya untuk melawan tipu muslihat iblis dalam hidup kami. Kami percaya, di dalam-Mu, kami lebih dari pemenang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

 ————————————————————————————————————————————————–

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *