OASE Edisi Rabu

Menghadapi Peperangan Hidup Bersama Tuhan

BACAAN HARI INI

Ulangan 31:1-8

RHEMA HARI INI

Ulangan 31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Hidup ini adalah peperangan. Mau tak mau, kita pun harus menghadapinya. Namun, saat menghadapi tantangan besar yang diiringi ketidakpastian, kerap kali kita pun merasa tegang, bahkan takut. Musa berusia seratus dua puluh tahun pada waktu ia menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Yosua. Bangsa Israel yang sudah terbiasa dipimpin Musa mungkin saja merasa ragu dan takut di bawah kepemimpinan yang baru. Musa mengerti kegelisahan mereka. Karena itu ia pun menenangkan dan memberikan semangat supaya mereka tidak takut dan tidak gemetar menghadapi musuh-musuh mereka. Ia mengingatkan mereka bahwa bukan Yosua, atau bahkan Musa sendiri, yang telah dan akan memimpin mereka, tetapi Tuhan Allah. Memang benar, lawan-lawan yang akan mereka hadapi tidaklah mudah, tetapi Tuhan yang akan berjalan di depan mereka, selalu menyertai dan tidak akan meninggalkan mereka.

Kita pun, setiap hari juga diperhadapkan dengan peperangan-peperangan kehidupan kita masing-masing. Musuh kita pun memiliki berbagai macam rupa, entah itu sakit-penyakit, hutang piutang, masalah studi, rumah tangga, maupun pekerjaan. Tentu saja setiap peperangan itu sangat menegangkan ketika kita menghadapinya. Namun, semenegangkan apa pun peperangan yang harus kita hadapi, jangan sampai itu membuat kita menjadi takut.

Ketakutan hanya akan membuat kita berkecil hati dan patah semangat. Ketakutan menutup mata hati kita terhadap janji-janji Tuhan dan melumpuhkan langkah kita. Ingatlah, Tuhan sudah berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai dan memimpin perjuangan hidup kita. Oleh karena itu, janganlah takut karena Tuhanlah yang akan selalu memimpin kita supaya kita bisa mengalami kemerdekaan sejati dan merdeka dari semua rasa takut dalam hidup kita. (LEW)

RENUNGAN
Peperangan pasti MENEGANGKAN, tetapi JANGAN BIARKAN ketegangan kita BERUBAH MENJADI ketakutan

APLIKASI
1. Peperangan hidup yang paling menegangkan seperti apakah yang pernah Anda alami?
2. Apa yang Anda lakukan pada saat Anda harus berperang menghadapi “musuh” Anda?
3. Bagaimana cara Anda agar ketegangan dalam menghadapi permasalahan tidak berubah menjadi ketakutan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih kalau Engkau mengizinkan kami menghadapi musuh-musuh dalam hidup kami. Kami percaya, Engkau selalu memimpin dan menyertai kami untuk memenangkan setiap peperangan kehidupan kami. Buanglah segala bentuk ketakutan kami, Ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

 ————————————————————————————————————————————————–

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *