KUNCI MEMILIKI KELUARGA YANG SUKSES DAN BAHAGIA


Senin, 03 Mei 2021

RHEMA HARI INI

Kisah Para Rasul 2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

 

Selain anak tunggal, Yenny juga adalah tulang punggung dari keluarga yang sangat sederhana di Solo. Suatu ketika, ayahnya yang memiliki riwayat diabetes didiagnosis dokter menderita kebocoran katup jantung dan ia pun harus dioperasi di Semarang. Namun karena menggunakan BPJS, ayahnya harus mengantre satu tahun lebih. Hal itu praktis membuatnya harus bolak-balik Solo-Semarang untuk membawa ayahnya periksa secara berkala sebelum dioperasi. Tak terbayang beratnya tanggung jawab yang harus Yenny tanggung selama setahun ke depan. Ia pun datang kepada Tuhan dan mujizat percepatan terjadi. Jadwal operasi ayahnya tiba-tiba saja dimajukan setahun.

Tentu saja Yenny merasa senang, tetapi hal itu berarti ia harus mengambil cuti untuk menemani ayahnya. Selain itu, ia masih harus mempersiapkan keperluan ibunya yang ditinggal di Solo, dan juga semua yang ia butuhkan selama di Semarang. Tidak jarang ia merasa miris karena harus menanggung segala sesuatunya seorang diri di usianya yang masih muda. Akan tetapi, ia menyadari bahwa kedua orangtuanya adalah harta berharga yang ia miliki, maka dengan penuh kasih dan kerelaan hati ia menjalani semuanya itu. Sampai pada akhirnya Tuhan sendiri yang membuka jalan mencukupkan segala kebutuhan keluarganya dan operasi ayahnya pun berhasil.

Di dalam keluarga pasti akan ada masalah yang datang silih berganti. Namun apabila setiap anggota mempunyai rasa memiliki antar anggota keluarga, segala masalah yang ada dapat dipikul dan diselesaikan bersama-sama. Seperti pepatah yang mengatakan, “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.” Apalagi kita juga memiliki Tuhan yang besar, sehingga kita pasti bisa menyelesaikan masalah dalam keluarga kita bersama dengan Tuhan. Namun, apabila tidak ada lagi rasa saling memiliki dalam keluarga, setiap anggota keluarga akan menjadi egois dan hanya sibuk dengan kepentingannya sendiri-sendiri, sehingga pada akhirnya akan berujung pada perpecahan dalam keluarga. Namun sebaliknya, saat hati suami-istri, orangtua-anak, kakak-adik dapat bertemu, maka kasih itu dapat bertumbuh dan berkembang sehingga keluarga yang sukses dan bahagia pun dapat terwujud.

 

RENUNGAN

Mengembangkan RASA MEMILIKI adalah KUNCI memiliki keluarga yang SUKSES dan BAHAGIA.

 APLIKASI

  1. Adakah rasa saling memiliki dalam keluarga Anda? Mengapa demikian?
  2. Menurut Anda, apa yang membuat rasa memiliki itu perlahan sirna dan bahkan hilang?
  3. Renungkanlah, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan rasa saling memiliki dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami mau belajar untuk mengembangkan rasa saling memiliki dalam keluarga kami. Kami rindu ada kehangatan kasih-Mu dalam keluarga kami, sehingga kami bisa mempunyai keluarga yang sukses dan bahagia dalam Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

 

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Kidung Agung 6-8            Galatia 4

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *