Sukabumi

sukabumi

Sukabumi memiliki perpaduan yang cantik dan sempurna. Secangkir teh jahe di pinggir jalan kehindahan malam setara dengan kedahsyatan arung jeram yang memacu adrenalin di bagian selatan Jawa Barat ini, dan seminggu penuh kegembiraan berselancar di dekat desa nelayan. Manusia dan alam berpadu memenuhi keinginan petualang dan wisatawan. Sukabumi ini berdiam tepat di belakang perkebunan teh yang berbukit-bukit yang menanti untuk Anda jelajahi.

Kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-bumen menurut keterangan dan mengingat udaranya yang sejuk dan nyaman. Iklim dingin dari dataran rendah di pantai selatan cukup menjadi alasan untuk singgah dan tinggal di kota ini. Keramahan tulus warganya bahkan menjadi alasan kuat untuk tinggal lebih lama khususnya bagi pengusaha perkebunan teh Eropa pada masa itu.

Wilayah Kota Sukabumi seluruhnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi, yakni di Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Cisaat, Sebelah Selatan dengan Kecamatan Nyalindung, Sebelah Barat dengan Kecamatan Cisaat, Sebelah Timur dengan Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Wisatawan biasanya mendengar nama Sukabumi dari sesama petualang dan peselancar yang terlebih dahulu sudah menikmati keindahan kota ini. Sukabumi siap menyambut para pengunjung bernyali besar untuk menaklukkan ombak laut selatan yang menantang dengan papan selancar mereka.

Sebagai bagian dari ibu pertiwi Sunda yang budayanya dengan mudah bercampur dengan dunia kontemporer, Sukabumi dan orang-orangnya masih setia melestarikan tradisi lama dan menumbuhkan generasi baru dari proses akulturasi. Anda tidak akan menemukan diri Anda sebagai orang luar karena orang-orang di Sukabumi akan menerima Anda dengan ramah dan bersahabat. Hal ini merupakan sebuah isyarat budaya yang menunjukkan bahwa Anda sepenuhnya disambut dengan hangat.

Dari Jakarta, kota Sukabumi berjarak 120 kilometer dan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan di malam hari (karena arus kendaraan di malam hari tidak terlalu padat) atau tiga jam perjalanan di siang hari dari Ciawi, Cicurung, Cibadak dan area Cisaat.

Sedangkan jika ditempuh dari kota Bandung, lama perjalanan yang perlu anda tempuh hanya selama dua jam berkendara dengan kecepatan normal. Anda akan melewati ngarai Jawa Barat di Rajamanadala, sebuah wilayah sebelum memasuki Cianjur dan berjalan kaki di atas jembatannya dapat membuat jantung berdebar-debar.

Berbagai bis juga tersedia dengan rute Jakarta-Sukabumi atau Bandung-Sukabumi yang hampir setiap hari berangkat dari pagi sampai malam.

Berburu Kuliner di Pusat Kota Sukabumi

Perjalanan ke kota Sukabumi melewati jalan yang berkelok-kelok dengan lereng panjang dan pendek. Perjalanan dengan kendaraan dari Bandung, ibu kota Jawa Barat membutuhkan waktu sekitar 2 jam atau 3 jam perjalanan (tanpa kemacetan lalu lintas di kota-kota kecil sekitarnya) yang akan membawa Anda ke pusat kota Sukabumi. Seketika, perhatian Anda akan terganggu oleh minibus kecil berwarna-warni, yang disebut angkot, singkatan dari ‘angkutan kota’. Gaya angkutan umum di sini benar-benar menarik dan menakjubkan.

Kota Sukabumi adalah sebuah kota sederhana namun berkembang, yang dikatakan sebagai kota terkecil wilayahnya di Indonesia. Rumah-rumah di kota Sukabumi dibangun memanjang ke belakang dengan sedikit ruang di antaranya. Sebagian besar bangunan dibangun pada tahun 1926. Beberapa bangunan di kota ini antara lain stasiun kereta api, gereja, pembangkit listrik Ubrug, dan akademi kepolisian.

Saat anda ingin berwisata kuliner, di atas jalan Bhayangkara diantara Akademi Kepolisian ‘SECAPA’ dan di ujung jalan dekat Rumah Sakit Umum Bunut, snack khas Sukabumi yang disebut ‘mochi’ telah berada di sini selama beberapa dekade tepatnya di Jalan Kaswari. Anda hanya perlu menyebutkan “Mochi Kaswari Lampion” dan orang akan menunjukkan tempat yang Anda maksud.

Berjalan menyusuri jalan utama dari pusat kota, Jalan Ahmad Yani, Anda akan menemukan barisan toko yang bermetamorfosis dari tradisional ke gaya modern. Di sana-sini, Anda masih dapat menemukan penjual makanan tradisional terutama di malam hari. Berjalan-jalan santai di kantor pos kota akan membawa Anda kembali ke malam di awal 90-an yang penjual makanannya masih berseliweran di gang-gang, toko dalam bentuk bar dihiasi toples-toples permen, kotak tisu, bungkus rokok, botol minuman berkarbonasi, dan makanan-makanan lain yang akan membawa pandangan Anda pada bungkusan yang berwarna-warni.

Seratus meter dari sana ke arah barat, terdapat alun-alun kota. Lokasi ini merupakan sebuah kawasan dengan Masjid Agung dan sebuah gereja Protestan. Kedua bangunan ini mungkin terlihat biasa meskipun usianya sudah sedikit tua.

Ada banyakhal yang bisa anda laukan saat anda sedang berkesmpatan mengunjungi kota Sukabumi.

Rafting

Kondisi alamnya yang unik menjadikan Sukabumi memiliki sungai yang tidak terhitung jumlahnya dan mereka siap untuk menantang nyali Anda. Kegiatan arung jeram yang paling menonjol dan menarik yang banyak terdapat di Sukabumi antara lain berada di Sungai Citatih, Kabupaten Warungkiara dan Sungai Citarik, di Pelabuhan Ratu. Keduanya memiliki kelas III dan IV, yang tersedia dari beberapa operator wisata dengan berbagai paket.

Beberapa orang mengatakan bahwa petualangan di kedua sungai ini sangat menantang. Tour operator pasti akan mengantarkan anda menyusuri desa-desa terpencil dimana resor arung jeram seperti Riam Jeram atau Citarik Rafting and Outbound Resort sebagai titik awal.

Kamping di Pegunungan Sukabumi

Ada beberapa tempat di mana Anda dapat merasakan kehidupan suasana alam pegunungan di antaranya Pondok Halimun di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cangkuang di komplek perkemahan Gunung Salak, dan komplek perkemahan Buni Ayu di Nyalindung, Gunung Walat, dan di Gunung Halimun.

Salah satu yang paling menonjol adalah yang dahulu merupakan resor Shorea Situ Gunung dan sekarang berada di bawah manajemen baru. Berkemah di sini akan membawa Anda ke tingkat baru kehidupan alam bebas yang mewah. Kamp-kamp yang nyaman tersedia di tengah hutan tropis Gunung Pangrango. Fasilitas hotel lainnya juga telah tersedia untuk kenyamanan Anda, sementara Anda masih tinggal di tepi petualangan ekstrim. Danau vulkanik dan pohon-pohon tropis tinggi dengan fauna juga layak untuk dijelajahi.

Pelabuhan Ratu

Anda bisa pergi ke Pelabuhan Ratu, sebuah kota pesisir di tanjung barat daya Jawa Barat. Perjalanan ke Pelabuhan Ratu memakan waktu sekitar 3 jam, melewati sederetan desa dan perkebunan karet. Sungai yang berkelok-kelok dan sawah bertingkat akan menjadi pemandangan menakjubkan sesekali selama perjalanan.

Ketika Anda sampai ke kota, sebuah desa nelayan besar akan menjadi kesan pertama Anda ketika tiba di Pelabuhan Ratu. Deretan restoran makanan laut dan kios-kios yang menghias jalan utama yang juga merupakan pasar ikan dan pelabuhan. Terus berjalan, Anda akan sampai di desa lain yang disebut Cisolok yang akomodasinya mulai dari penginapan sederhana sampai hotel-hotel mewah tersedia di sini. Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang 117 km dengan panorama yang indah. Namun, jangan berenang di setiap tepi pantai jika Anda bukan seorang peselancar berpengalaman, karena arusnya yang amat kuat sangat berbahaya.

Berselancar

Pantai Karanghawu dan juga pantai Cimaja merupakan dua tempat dimana peselancar internasional sering terlihat menikmati seru dan nikmatnya bermain dengan ombak. Turnamen selancar internasional juga dipentaskan di lokasi-lokasi ini. Tempat lainnya untuk berselancar adalah pantai Ombak Tujuh dan Karangsari bagi peselancar amatir.

Pantai Ujung Genteng

merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar enam atau tujuh jam perjalanan bermobil. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.

Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas. Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan.

Taman Selabintana

Selabintana terletak di kota Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya 7 km sebelah utara kota Sukabumi. Selabintana terletak di lereng Gunung Gede-Pangrango pada ketinggian 950 sampai dengan 990 meter di atas permukaan laut, sehingga hawa di daerah Selabintana terasa sejuk dan segar.

Selabintana adalah sebuah tempat wisata alam berupa taman berisi padang rumput serta tumbuh-tumbuhan yang rindang. Selain itu di dalam taman Selabintana juga terdapat play ground, kolam renang dan sungai kecil yang berair jernih. Fasilitas lain yang ada di Selabintana adalah hotel peninggalan Belanda yang bernama Hotel Selabintana, kios-kios makanan dan oleh-oleh serta souvenir.

Ada banyak souvenir yang bisa Anda beli seperti souvenir yang terbuat dari fosil kayu. Makanan ringan dari Sukabumi juga beragam. Telur penyu dan souvenir yang terbuat dari terumbu karang merupakan benda yang tidak bisa Anda beli sebagai souvenir, karena kedua benda ini dilindungi oleh pemerintah.

Tidak ada kata menyesal ketika anda sudah membutikkan sendiri keindahan kota Sukabumi. SELAMAT BERWSATA.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>